FORPMAT Temukan Anak Putus Sekolah Dalam Kota Mamuju

oleh

Mamuju, Mesakada.com Forum Pemuda Pelajar Mahasiswa Mamuju Tengah (FORPMAT) menemukan masih adanya anak-anak di Mamuju yang putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Temuan ini diperoleh setelah FORPMAT memindahkan sekretariatnya ke Jalan Kurungan Bassi dan berinteraksi langsung dengan warga sekitar. Anak-anak tersebut seharusnya masih berada di bangku sekolah, namun terpaksa menghentikan pendidikan karena tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar pendidikan. 

Kondisi ini menunjukkan bahwa akses pendidikan di Mamuju belum sepenuhnya menjangkau kelompok masyarakat paling rentan. Sebagai respons, FORPMAT membuka kegiatan belajar gratis bagi anak-anak putus sekolah.

Kegiatan ini meliputi pembelajaran membaca, pengenalan huruf dan kata, serta pendidikan keagamaan. Seluruh kegiatan dijalankan secara swadaya, tanpa dukungan fasilitas dan anggaran dari pemerintah.

Kader FORPMAT, Muh Idsal Ramadhani, menegaskan bahwa persoalan anak putus sekolah bukan masalah individual, melainkan kegagalan sistemik yang harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Anak-anak ini ingin belajar, tetapi kondisi ekonomi keluarga membuat mereka terhenti. Jika dibiarkan, ini akan menjadi masalah sosial yang lebih besar di masa depan,” ujarnya.

FORPMAT menilai pendidikan merupakan hak dasar warga negara yang wajib dijamin pemerintah daerah. Selama masih ada anak di Kabupaten Mamuju yang putus sekolah karena kemiskinan, maka kebijakan pendidikan daerah dinilai belum berpihak pada kelompok paling lemah.

FORPMAT mendesak Pemerintah Kabupaten Mamuju agar tidak menutup mata terhadap kondisi tersebut dan segera mengambil langkah konkret, mulai dari pendataan anak putus sekolah, intervensi bantuan pendidikan, hingga kebijakan afirmatif bagi keluarga miskin.

Anak-anak putus sekolah bukan beban sosial, melainkan aset daerah. Mengabaikan hak pendidikan mereka sama dengan mempertaruhkan masa depan Kabupaten Mamuju. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.