Mamuju, Mesakada.com — Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) menegaskan bahwa hilirisasi dan ekspor langsung harus menjadi arah utama pembangunan pertanian dan perkebunan di Sulbar. Menurutnya, sektor pertanian tidak boleh berhenti pada produksi bahan mentah, tetapi harus masuk ke industri agar memberi nilai tambah dan kesejahteraan yang lebih luas.
“Kalau kita masih jual biji kakao, kita tidak akan maju. Hilirisasi adalah kunci. Beras kita sudah masuk industri, ke depan kita dorong industri tepung, minyak goreng, kosmetik berbasis sawit, dan berbagai produk turunan lainnya,” tegas SDK.
SDK menekankan, dengan hilirisasi, pertanian justru mampu menekan ketimpangan. Ia menyebut Gini Ratio Sulbar 0,306, lebih rendah dibanding nasional 0,380, sebagai bukti bahwa sektor pertanian efektif mendorong pemerataan kesejahteraan jika dikelola dengan benar.
Tak hanya itu, SDK juga menargetkan ekspor langsung dari Sulbar, tanpa lagi bergantung pada pelabuhan di Makassar atau Surabaya. Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemprov Sulbar tengah mendorong kehadiran kantor Bea Cukai di Sulbar.
“Kalau ekspor bisa langsung dari Sulbar, biaya logistik turun, daya saing naik, dan nilai tambahnya benar-benar dirasakan masyarakat Sulbar,” pungkas SDK. (ajs)





