Mamasa, Mesakada.com — Sebanyak 365 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) lingkup Pemkab Mamasa diperpanjang kontraknya dua tahun. Terdiri dari 113 guru dan 252 tenaga kesehatan.
Bupati Mamasa Welem Sambolangi menegaskan perpanjangan kontrak 365 PPPK Mamasa, dapat dihentikan sewaktu-waktu apabila kinerjanya tidak maksimal. Welem mengingatkan seluruh PPPK agar bekerja secara tulus dan tidak hanya aktif saat diawasi pimpinan.
Welem menyampaikan, kontrak tersebut diperpanjang hingga tahun 2028. Kontrak tersebut berlaku selama dua tahun, namun ia menegaskan perpanjangan dapat dihentikan lebih cepat apabila kinerja dinilai tidak mencukupi.
“Kalau pun belum sampai satu tahun tapi kinerjanya tidak cukup, kita bisa hentikan,” tegas Welem.
Ia juga mengingatkan seluruh PPPK agar benar-benar memahami tugas dan tanggung jawab yang telah diamanahkan. Menurutnya, setiap PPPK sudah mendapatkan penugasan yang jelas sesuai OPD, instansi, dan jabatan masing-masing.
“Kita ini bukan anak-anak, bukan orang yang tidak paham tugas. Beban kerja dan amanah itu sudah jelas. Jangan setiap hari harus disidak terus,” ujarnya.
Welem bahkan menyoroti perilaku ASN yang hanya bekerja saat ada pimpinan. Ia menyebut sikap tersebut sebagai bentuk kemunafikan dalam bekerja.
“Orang yang kerja hanya kalau ada pimpinan itu orang munafik. Pura-pura tulus saat pimpinan datang, tapi kalau tidak ada, tidak kerja. Banyak yang saya lihat seperti itu,” katanya dengan nada keras.
Ia menambahkan, perilaku tersebut sama dengan makan gaji buta merupakan perbuatan yang berdosa. “Ini berdosa kita ini, makan gaji buta,” lanjutnya.
Menurut Welem, sering kali ada ASN yang cepat mengeluh ketika gaji terlambat satu hari, bahkan menuduh pemerintah daerah yang tidak-tidak. Padahal, dalam satu bulan justru tidak bekerja maksimal untuk rakyat.
“Baru gaji terlambat satu hari sudah ribut, tapi dalam satu bulan tidak kerja untuk rakyat,” pungkasnya. (*)





