Mamuju, Mesakada.com — Kurang terserapnya alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sulbar di dunia kerja, membuat Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sulbar menyarankan agar alumni mengikuti pelatihan berbasis kompetensi.
Kepala Disnaker Sulbar, Andi Farid Amri mengatakan, lulusan SMK yang masih belum mendapat pekerjaan bisa mengikuti pelatihan berbasis kompetensi di Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker Sulbar. BLK Sulbar juga telah berlisensi.
Menurut Farid Amri, hal itu penting agar para alumni SMK mendapatkan sertifikat. Sertifikasi itu menandakan bahwa mereka sudah memiliki kompetensi sesuai jurusan yang mereka pilih saat mengikuti pelatihan.
“Industri perusahaan membutuhkan pekerja yang berkompeten dan memiliki sertifikasi. Kami harap setelah tamat SMK bisa mengikuti pelatihan berbasis kompetensi di balai latihan kerja,” ungkap Farid Amri, Kamis 7 November.
Farid Amri menambahkan, Disnaker Sulbar juga telah memiliki forum komunikasi dunia kerja. Forum ini bertugas menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
“Pencari kerja yang diambil adalah mereka yang telah mengikuti pelatihan di BLK Sulbar,” sebut dia.
Sebelumnya, Kepala Bidang SMK, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulbar, Irham Yakub, mengungkapkan, jika setiap tahun ada ribuan siswa SMK yang menamatkan pendidikannya.
Dari ribuan siswa itu hanya segelintir yang bisa terserap di dunia kerja. Hal ini tentu menjadi masalah besar yang datang setiap tahun.
“Yang lulus ribuan tapi yang terserap di dunia kerja bisa di hitung jari. Sudah ada beberapa program dijalankan untuk mengurangi masalah itu,” kata Yakub. (*)





