Mamuju, Mesakada.com – Di tengah penurunan pendapatan dan belanja daerah, Pemprov Sulbar justru menaikkan alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam rancangan APBD Perubahan 2025, dari semula Rp 5 miliar menjadi Rp 9,1 miliar.
Hal ini terungkap saat Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), menyerahkan dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan 2025 kepada DPRD Sulbar dalam rapat paripurna, Rabu (23/7).
“Kemarin pokok dalam KUA APBD 2026 sudah saya sampaikan, maka hari ini saya serahkan rancangan KUA PPAS Perubahan 2025,” kata SDK dalam sambutannya.
Berdasarkan dokumen yang dipaparkan, pendapatan daerah turun lebih dari 10 persen, dari Rp2,1 triliun menjadi Rp1,89 triliun. Penurunan mencakup seluruh sumber pendapatan:
Sisi belanja juga ikut terpangkas dari Rp2,08 triliun menjadi Rp1,83 triliun. Namun, di antara belanja yang menurun, alokasi untuk BTT justru ditingkatkan hingga 82 persen, sebagai langkah antisipatif menghadapi kondisi darurat atau kejadian tak terduga di daerah.
SDK berharap pembahasan antara TAPD dan Badan Anggaran DPRD berjalan efektif dan menghasilkan dokumen final yang disepakati tepat waktu.
“Saya harap APBD Tahun 2026 juga bisa segera dibahas dan disepakati, agar mampu menumbuhkan perekonomian daerah dan mensejahterakan masyarakat Sulbar,” ujarnya menutup pidato. (*)







