Angka Kemiskinan Ekstrem Sulbar Melonjak, Paling Banyak Terdeteksi di Desa

oleh

Mamuju, Mesakada.com – Tantangan mengentaskan kemiskinan ekstrem di Sulbar tampaknya akan semakin berat, setelah angka kemiskinan ekstrem justru meningkat hampir dua kali lipat dari 10.680 orang pada 2023 menjadi 21.947 orang pada 2024.

Lonjakan ini menempatkan Sulbar di urutan 10 provinsi dengan angka kemiskinan ekstrem tertinggi di Indonesia. Kesembilan provinsi lainnya juga berasal dari kawasan timur Indonesia.

Badan Perencanaan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sulbar mencatat, jumlah penduduk miskin mencapai 155.910 orang. Dari jumlah itu, sekitar 131 ribu tinggal di pedesaan, sementara 24,5 ribu berada di wilayah perkotaan.

Meski angka absolut kemiskinan ekstrem meningkat, beberapa indikator menunjukkan perbaikan. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) turun dari 1,85 menjadi 1,45 poin, menandakan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin mulai mendekati garis kemiskinan.

Sementara itu, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga menurun dari 0,45 menjadi 0,29 poin, yang mencerminkan penurunan ketimpangan di antara penduduk miskin.

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Gubernur Sulbar Salim S. Mengga telah memaparkan sejumlah program prioritas kepada Kementerian Sosial.

Salah satu program utamanya adalah pengurangan beban pengeluaran masyarakat melalui bantuan tunai kepada 5.022 kepala keluarga (KK), dengan total anggaran Rp 10 miliar. Setiap KK menerima Rp 2 juta.

“Program yang kami paparkan sangat membantu dan memberikan keterampilan kepada masyarakat agar dapat mandiri dalam meningkatkan taraf hidup,” ujar Salim.

Pemprov  Sulbar juga menjalankan program berbasis peningkatan pendapatan masyarakat, sebagai upaya jangka panjang dalam mengatasi kemiskinan.

Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam mengatasi kemiskinan ekstrem. Ia mencontohkan skema pembagian tanggung jawab di Kabupaten Mamasa.

“Kita intervensi satu juta per tahun untuk satu warga. Tapi jangan semua saya yang tanggung, harus ada pembagian. Jika 5.000 warga di Mamasa masuk kategori miskin ekstrem, pemerintah kabupaten ambil 2.500, saya ambil 2.500,” tegas SDK.

Pemerintah berharap dukungan pusat melalui Kementerian Sosial bisa memperkuat efektivitas program di daerah dan mempercepat penurunan angka kemiskinan ekstrem di Sulbar. (*)

Kemiskinan Ekstrem di Sulbar 2024

  • Sulbar 21.947 orang
  • Majene 1.434 orang
  • Polewali Mandar 4.712 orang
  • Mamasa 1.141 Orang
  • Mamuju 6.121 orang
  • Pasangkayu 5.721 orang
  • Mamuju Tengah 2.540 orang

Sumber: Bapperida Sulbar

No More Posts Available.

No more pages to load.