Mamuju, Mesakada.com — Amerika Serikat tertarik menjajaki kerja sama eksplorasi Logam Tanah Jarang (LTJ) di Sulbar. Ketertarikan tersebut disampaikan Kepala Bidang Politik dan Ekonomi Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, John McDaniel, saat mengunjungi datant ke Mamuju, belum lama ini.
John McDaniel menyampaikan bahwa pihaknya ingin membangun kerja sama yang baik untuk memulai eksplorasi LTJ di Mamuju. Meski begitu, upaya tersebut tetap harus mengedepankan kelestarian lingkungan dan meminimalkan risiko terhadap kehidupan masyarakat setempat.
Ia menawarkan pendekatan pengelolaan yang berhati-hati dengan kriteria standar yang cukup ketat, merujuk pada penerapan teknologi tinggi perusahaan Amerika Serikat di Mozambik yang kegiatan eksplorasi LTJ-nya masih berjalan.
“Bila kerja sama terjalin, kami akan meningkatkan mutu sumber daya manusia lokal melalui pemberian pengetahuan tentang cara mengelola tambang Logam Tanah Jarang secara bermutu dan tidak merusak lingkungan,” kata John McDaniel.
Ketertarikan Amerika Serikat tersebut membuka peluang pertukaran informasi mengenai perkembangan teknologi, pengalaman internasional, dan kemungkinan kerja sama dalam pengelolaan LTJ di Sulbar. Namun, pertemuan tersebut masih berupa penjajakan dan belum disertai keterangan mengenai perusahaan yang akan terlibat, lokasi eksplorasi, nilai investasi, maupun jadwal pelaksanaan kegiatan.
Kunjungan John menjadi kesempatan untuk membahas potensi sumber daya mineral di Sulbar, peluang kerja sama dengan perusahaan Amerika Serikat yang memiliki pengalaman di bidang terkait, serta penerapan teknologi pengelolaan yang memenuhi standar keselamatan dan perlindungan lingkungan.
Sekretaris Dinas ESDM Sulbar, Alexander Arruan Pasau menyampaikan, bahwa pengembangan potensi LTJ di Sulbar perlu dilakukan melalui tahapan yang terencana, dengan memperhatikan aspek teknis, lingkungan, perizinan, serta kepentingan masyarakat setempat.
“Pengembangan Logam Tanah Jarang di Sulawesi Barat harus dipersiapkan secara matang. Kita perlu memastikan bahwa aspek teknologi, perlindungan lingkungan, pengelolaan limbah, dan kepentingan masyarakat menjadi perhatian utama,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa setiap rencana pengembangan harus melalui kajian kelayakan teknis, pemenuhan ketentuan peraturan perundang-undangan, proses perizinan, serta kajian dampak lingkungan. Komunikasi terbuka dengan masyarakat dan tokoh setempat juga diperlukan agar pengembangan sumber daya mineral tidak mengabaikan kepentingan warga di sekitar wilayah eksplorasi.
Dinas ESDM Sulbar memandang bahwa setiap peluang pengembangan sumber daya mineral perlu dikaji secara cermat agar pelaksanaannya sesuai dengan regulasi, memperhatikan daya dukung lingkungan, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Sulbar.
Pengembangan LTJ juga diharapkan tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan potensi mineral, tetapi turut memperhatikan keselamatan masyarakat dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal. (*)





