Polewali, Mesakada.com — Suasana duka menyelimuti kediaman almarhum KH Sybli Sahabuddin di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Senin (12/10/2026). Almarhum diperkirakan tiba di rumah duka sekira pukul 14.00 wita.
Sejumlah pelayat mulai berdatangan dan berkumpul di rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa, sembari menanti kedatangan jenazah tokoh agama, pendidikan, dan politik tersebut. Di dalam rumah duka, para pelayat mengisi waktu dengan memanjatkan doa dan membaca ayat suci Alquran. Suasana haru menyelimuti kediaman keluarga, sementara warga dan kerabat terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Seorang pelayat, Darwis mengatakan, jenazah rencananya akan dimandikan di rumah duka sebelum disalatkan di masjid yang berada di samping Kampus Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman).
“Rencananya jenazah akan dimandikan di sini, lalu dibawa ke Majene untuk dikebumikan,” kata Darwis, Senin (12/10/2026).
Menurut Darwis, informasi mengenai rangkaian prosesi pemakaman tersebut diperolehnya dari pihak keluarga almarhum.
Setelah disalatkan, jenazah rencananya diberangkatkan menuju Lembang, Kabupaten Majene, untuk dimakamkan di samping makam ayahnya, Annangguru Prof. KH Sahabuddin.
KH Sybli Sahabuddin merupakan saudara kandung Rektor Universitas Al Asyariah Mandar, Dr. Chuduriah Sahabuddin, dan Ketua STAIN Majene, Prof. Washilah Sahabuddin.
Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai tokoh agama, pendidikan, dan politik di Sulawesi Barat. Ia menjabat sebagai Ketua Yayasan Al Asyariah Mandar, lembaga pendidikan yang didirikan oleh ayahnya.
Lahir di Polewali pada 20 Agustus 1968, Sybli juga pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari daerah pemilihan Sulawesi Barat selama dua periode, yakni 2009–2014 dan 2014–2019. Ia juga menjabat sebagai Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Barat.
Kepergian Sybli Sahabuddin meninggalkan duka bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat Sulbar yang mengenalnya melalui kiprah di bidang keagamaan, pendidikan, dan politik. (ifn/ajs)






