45 Tahanan Perempuan di Mamuju Jalani Pemeriksaan HIV dan Hepatitis

oleh

Mamuju, Mesakada.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulbar melaksanakan skrining HIV dan hepatitis bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kalukku, Kabupaten Mamuju, Minggu (21/12/2025).

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-97 sekaligus sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan perempuan, khususnya kelompok rentan di lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, Nur Syamsi Rahim, menyampaikan bahwa dari total 49 warga binaan perempuan, sebanyak 45 orang telah menjalani pemeriksaan HIV dan hepatitis. Sementara empat warga binaan lainnya belum sempat diperiksa karena sedang mengikuti kegiatan yang tidak dapat ditinggalkan dan akan dijadwalkan pada pemeriksaan berikutnya.

“Hari ini ada 45 warga binaan perempuan yang menjalani skrining, dan alhamdulillah hasilnya seluruhnya negatif,” ujar Nur Syamsi Rahim.

Ia menjelaskan, pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ibu, sekaligus wujud empati dan perhatian terhadap hak kesehatan warga binaan perempuan. Menurutnya, meskipun berada dalam keterbatasan ruang dan kebebasan, kesehatan para warga binaan tetap harus mendapat perhatian yang layak.

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian sesama perempuan. Setidaknya mereka merasa diperhatikan, terutama terkait kesehatan yang sangat mendasar seperti HIV dan hepatitis,” ungkapnya.

Nur Syamsi juga berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak psikologis positif bagi warga binaan, bahwa mereka tidak terabaikan oleh negara. Ia menegaskan, perhatian terhadap kesehatan warga binaan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama, termasuk peran PKK Provinsi Sulawesi Barat.

Selain skrining, Dinkes Sulbar juga menyampaikan edukasi pencegahan HIV kepada warga binaan dan masyarakat luas. Nur Syamsi menekankan pentingnya menjauhi perilaku berisiko, seperti penggunaan narkoba dengan jarum suntik secara bergantian, yang berpotensi menularkan virus HIV melalui darah dan cairan tubuh.

“HIV itu sebenarnya bisa dicegah. Penularannya terjadi melalui darah dan cairan tubuh, sehingga perilaku berisiko harus benar-benar dihindari,” jelasnya.

Kegiatan ini sejalan dengan misi Pancadaya Ketiga Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Dinkes Sulbar berharap melalui skrining dan edukasi ini, kesadaran perempuan akan pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit menular semakin meningkat. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.