Yonni Arvilia berasal dari Desa Buntubuda, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Sehari-hari ia menjalani aktivitas sebagai mahasiswa.
Ia sendiri tidak pernah benar-benar menyadari kapan awal mula terjun sebagai konten kreator.
Menurutnya, video-video yang ia unggah selama ini hanyalah video random, sekadar iseng mengikuti hal-hal yang ia anggap menarik dan ia sukai.
Saat awal masuk SMA, Yonni memang dikenal sangat aktif di media sosial. Ia juga aktif dalam kegiatan Pramuka dan kerap mengunggah foto kegiatan Pramuka yang ia ikuti.
Beberapa unggahannya bahkan sempat di-repost oleh akun-akun Pramuka berskala nasional. Di masa itu, ia juga cukup sering melakukan siaran langsung di Instagram, berinteraksi, dan menjawab pertanyaan para pengikutnya.
Namun, di balik keaktifannya itu, Yonni tanpa sadar menjadi bahan pembicaraan di lingkaran pertemanannya sendiri. Beberapa temannya membentuk kelompok kecil untuk membicarakannya di belakang.
Ia dicap sok selebritis, sok artis, dan menerima berbagai ejekan lain. Perundungan itu datang di saat mentalnya belum stabil, dan yang paling menyakitkan, pelakunya adalah orang-orang yang ia anggap teman dekat.
Pengalaman tersebut sempat membuat Yonni menarik diri dari media sosial. Dalam waktu lama, akun media sosialnya nyaris tidak aktif. Jika melihat ke belakang, unggahannya sangat jarang, bahkan ada momen yang hanya sekali dalam setahun ia posting.







