Pemuda di Polman Tewas Diduga Dikeroyok, Korban Lain Patah Tulang

oleh
oleh

Matakali, Mesakada.com — Seorang pemuda berusia 18 tahun tewas dan satu orang lainnya mengalami patah tulang dalam dugaan penganiayaan dan pengeroyokan, di Dusun Aka-Aka, Desa Tonrolima, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Minggu (18/10/2026) dini hari.

Korban meninggal dunia diketahui berinisial HU (18), warga Desa Sabang Subik, Kecamatan Balanipa. Sementara korban lainnya, RN (21), yang berasal dari desa yang sama, mengalami patah tulang pada paha kanan.

Kapolsek Wonomulyo, AKP Sandy Indrajatiwiguna mengatakan, peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 01.57 WITA.

“Mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan satu orang mengalami luka patah pada paha sebelah kanan,” ujar AKP Sandy dalam keterangannya, Minggu (18/10/2026).

Berdasarkan keterangan awal saksi berinisial WA, peristiwa tersebut diketahui setelah dirinya menerima pesan WhatsApp dari salah seorang korban yang meminta pertolongan.

Korban disebut mengalami kekerasan berupa tendangan yang diduga dilakukan oleh lebih dari satu orang.

“Pada saat itu saksi WA dihubungi melalui pesan WhatsApp oleh korban yang meminta tolong karena korban terjatuh akibat ditendang oleh pelaku bersama teman-temannya,” terang Sandy.

Setelah menerima pesan tersebut, WA kemudian mendatangi lokasi kejadian. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), saksi mendapati dua orang tergeletak di bahu jalan.

Salah seorang korban ditemukan mengalami luka terbuka pada bagian leher dan bibir. Sementara korban lainnya mengalami patah tulang pada paha kanan.

Melihat kondisi kedua korban, WA segera menghubungi keluarga mereka untuk meminta bantuan kendaraan guna membawa korban ke fasilitas kesehatan.

“WA menelepon keluarga korban untuk membawa mobil pikap guna membawa korban ke Rumah Sakit Pratama Wonomulyo. Setibanya di rumah sakit, korban HU dan RN dirujuk ke RSUD H. Andi Depu Polewali untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Namun, setelah mendapatkan penanganan medis, HU dilaporkan meninggal dunia sekitar pukul 05.00 WITA. Sementara itu, RN mengalami patah tulang pada paha kanan dan mendapat penanganan medis.

Hingga kini, kepolisian masih mendalami dugaan penganiayaan yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka. Identitas terduga pelaku, jumlah orang yang diduga terlibat, serta penyebab awal terjadinya peristiwa tersebut belum dijelaskan secara terperinci dalam keterangan kepolisian. (ifn/ajs)

No More Posts Available.

No more pages to load.