Mamuju, Mesakada.com – Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin meresmikan pengoperasian fasilitas pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Insinerator di UPTD Pengelolaan Limbah B3, di Desa Papalang, Mamuju, Kamis 31 Oktober 2024.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sulbar, Zulkifli Manggazali mengatakan, selain mengolah limbah B3 Sulbar, pabrik limbah ini juga akan mengolah limbah yang berasal dari Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Kalimantan Timur Kalimantan Timur (Kaltim).
“Pembangunan fasilitas ini dimulai sejak tahun 2021 lalu, kemudian dilakukan uji coba dan selanjutnya pada tahun 2023 dilakukan serah terima dari KLHK ke Pemprov Sulbar. Kita juga mendapatkan hibah dari kementerian satu unit truck sebagai pendukung sarana pengelolaan pengangkutan limbah B3,” kata Zulkifli.
Pengelola limbah B3 Insinerator, David menuturkan KLHK, telah menerbitkan surat kelayakan operasional pada Mei 2024. Mesin hibah ini memang diperuntukkan untuk Sulbar.
“Ini bisa menambah PAD bagi Pemprov Sulbar. Baiknya untuk masyarakat, pekerjanya pasti diambil dari sini, bisa 80 persen bahkan 100 persen,” ucap David.
Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin mengapresiasi DLH Sulbar yang sudah mampu membangun komunikasi dengan Kementerian.
“Kalau sukses harus kita sampaikan dan apresiasi. Tinggal Dinas Kehutanan juga harus menuntaskan programnya dimana pembuatan laboratorium kultur jaringan agar bibit tidak lagi manual karena sama Kementerian,” ucap Bahtiar.
Selain itu, Bahtiar mengaku, pabrik ini bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi pemerintah daerah, sehingga harus dikelola dengan baik.
“Biayanya pasti lebih murah, karena tidak lagi mengirim keluar daerah limbahnya. Bisa kerjasama lembaga swasta termasuk lembaga seperti Kadin. Yang penting perhatikan keamanan bagi masyarakat setempat,” tandasnya. (rls)






