Wonomulyo, Mesakada.com — Di tengah tradisi Mappadendang, persoalan ketersediaan air untuk pertanian menjadi perhatian masyarakat Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman)
Bupati Polman, Samsul Mahmud mengatakan, kondisi air menjadi salah satu tantangan yang dihadapi petani Galeso. Saat musim hujan, air justru berlebih hingga menyebabkan banjir, sementara pada musim kemarau ketersediaannya tidak maksimal.
“Kalau musim hujan airnya banjir, musim kemarau tidak bisa airnya maksimal,” kata Samsul, saat menghadiri Mappadendang di Galeso Timur, Senin (5/10/2026).
Menurut Samsul, persoalan tersebut perlu segera dicarikan solusi karena ketersediaan air berkaitan langsung dengan keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, akan berkoordinasi untuk mencari langkah penanganan yang dapat dilakukan.
Ia juga menyebut kebutuhan pengadaan infrastruktur pendukung air akan menjadi catatan pemerintah daerah untuk diupayakan melalui APBD.
Upaya tersebut dinilai penting agar kebutuhan air bagi lahan pertanian dapat lebih terjamin, sehingga produktivitas pertanian dan pendapatan masyarakat dapat ditingkatkan.
“Sehingga memaksimalkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Galeso, Suardi mengatakan, Mappadendang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang diwariskan dan terus dilaksanakan setiap tahun.
“Mappadendang telah menjadi tradisi yang terus dijaga oleh masyarakat Galeso saat sebelum turun sawah maupun panen raya,” ujarnya.
Tradisi tersebut mempertemukan masyarakat dalam satu ruang setelah melewati siklus pertanian. Bagi warga Galeso, Mappadendang menjadi cara untuk mempertahankan tradisi sekaligus merawat hubungan sosial yang tumbuh dari kehidupan bertani.
Bagi masyarakat Galeso, Mappadendang bukan sekadar pesta setelah musim panen. Tradisi yang digelar setiap tahun itu menjadi ruang untuk merawat kebersamaan sekaligus mengungkap rasa syukur atas hasil pertanian.
Tradisi tersebut berlangsung di Galeso Timur dan dihadiri Bupati Polewali Mandar Samsul Mahmud, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan, Camat Wonomulyo, Kepala Desa Galeso, serta sejumlah tokoh masyarakat. (*)







