Keracunan Massal MBG di Majene, 50 Orang Terdampak, Didominasi Anak-Anak

oleh

Majene, Mesakada.com — Sebanyak 50 warga di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mengalami keracunan makanan massal setelah mengonsumsi paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dipublikasikan kepada masyarakat. Korbannya merupakan anak-anak, balita, serta ibu hamil.

Insiden ini terjadi setelah distribusi MBG ke tujuh desa di wilayah Tubo, Sendana, dan Onang. Pemerintah Kabupaten Majene secara resmi menetapkan kejadian ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) per Selasa, 13 Januari 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, membenarkan bahwa keracunan massal tersebut berkaitan langsung dengan konsumsi paket MBG yang dipublikasikan sehari sebelumnya.

Peristiwa bermula pada Senin, 12 Januari 2026, saat petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Majene dari Yayasan Kreatif Jaya Perdana menyalurkan paket MBG ke tujuh desa.

Paket makanan tersebut terdiri atas nasi putih, sayur sop, ayam suwir mie kecap, tahu kuning, dan buah semangka.

Gejala mulai muncul pada malam hari sekitar pukul 20.30 WITA.Warga mengeluhkan sakit kepala, demam, mual, muntah, hingga diare setelah mengonsumsi MBG, ujar dr. Nursyamsi saat dikonfirmasi.

Sebanyak 50 orang tercatat terdampak. Berdasarkan data medis, korban didominasi anak-anak usia 2 hingga 10 tahun, meski beberapa orang dewasa juga mengalami gejala serupa.

Hingga Selasa sore, sebagian besar korban masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan setempat.

“Dari total 50 kasus, 40 orang masih dirawat di Puskesmas, 9 orang menjalani perawatan di rumah dengan pengawasan tenaga medis, dan 1 orang dinyatakan sembuh,” jelas dr. Nursyamsi.

Rincian pasien rawat inap meliputi 38 orang di Puskesmas Sendana II dan 2 orang di Puskesmas Salutambung. Tidak ada laporan korban meninggal dunia dalam peristiwa ini.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulbar bersama Tim Gerak Cepat (TGC) dan petugas kesehatan lingkungan telah melakukan langkah cepat untuk mengungkap penyebab keracunan.

Sejumlah sampel makanan MBG serta sampel muntahan pasien telah diamankan dan dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil uji laboratorium akan menjadi dasar penentuan sumber dan penyebab pasti keracunan massal Makanan Bergizi Gratis tersebut. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.