Mamuju, Mesakada.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar mencatat inflasi year on year (y-on-y) di Sulbar pada Desember 2025 sebesar 2,48 persen, mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 1,49 persen. Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan tekanan harga di Sulbar sepanjang 2025.
Kepala Bagian Umum BPS Sulbar, Chitra Dewi Said, mengungkapkan inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Mamuju dengan capaian 3,87 persen. Kenaikan inflasi y-on-y tersebut dipicu oleh meningkatnya harga pada sejumlah kelompok pengeluaran.
“Inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks pada beberapa kelompok pengeluaran, terutama kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik 4,82 persen,” ujar Chitra, Senin 5 Januari 2026.
Selain itu, kenaikan juga tercatat pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,61 persen; perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,19 persen; kesehatan sebesar 1,72 persen; transportasi sebesar 0,61 persen; pendidikan sebesar 1,10 persen; penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,89 persen; serta perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak 6,89 persen.
Sementara itu, beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami penurunan indeks, yakni pakaian dan alas kaki sebesar 0,40 persen; informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,33 persen; serta rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,28 persen.
Meski terdapat kelompok yang mengalami deflasi, secara umum inflasi Sulawesi Barat pada Desember 2025 tercatat lebih tinggi dibandingkan awal 2024. Kondisi ini menjadi sinyal perlunya pengendalian harga, khususnya pada kelompok kebutuhan pokok yang memberi andil besar terhadap inflasi daerah. (*)





