Mamuju, Mesakada.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulbar bersama Pemkab Majene langsung melakukan pengambilan sampel makanan dan investigasi epidemiologi menyusul penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Majene, Selasa 13 Januari 2026.
Dinkes P2KB Sulbar bersama Dinkes Majene dan tim Puskesmas telah melakukan penanganan medis sekaligus investigasi epidemiologi di lokasi kejadian. Tim juga telah mengamankan dan mengambil sampel makanan MBG serta sampel muntahan korban untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyebab keracunan.
Selain itu, petugas kesehatan memberikan edukasi kepada masyarakat dan pihak penyedia MBG agar seluruh proses pengolahan, penyajian, dan pendistribusian makanan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) keamanan pangan.
Kepala Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa pengambilan sampel dan investigasi epidemiologi merupakan langkah krusial dalam penanganan KLB.
“Pengambilan sampel makanan dan investigasi epidemiologi kami lakukan sejak awal untuk memastikan sumber kejadian dan mencegah kasus serupa terulang. Keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, menjadi prioritas utama pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Sulbar berkomitmen melakukan penanganan secara cepat, tepat, dan transparan demi menjamin mutu serta keamanan pangan bagi masyarakat.
Berdasarkan laporan sementara, KLB dugaan keracunan MBG terjadi pada Senin malam, 12 Januari 2026, sekitar pukul 20.00 WITA, dan berdampak pada 50 orang di tujuh desa, yakni Desa Tubo, Tubo Tengah, Tubo Selatan, Onang Utara, Tubo Poang, Bonde-bonde, dan Desa Onang. Hingga Selasa, 13 Januari 2026 pukul 16.00 WITA, tidak terdapat korban meninggal dunia.
Para korban mengalami gejala sakit perut, mual, muntah, diare, sakit kepala, dan demam. Sebanyak 40 orang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan, terdiri dari 38 orang di Puskesmas Sendana II dan dua orang di Puskesmas Salutambung. Sementara sembilan orang dirawat di rumah dan satu orang telah dinyatakan sembuh dan dipulangkan. (*)





