Mamuju, Mesakada.com – Rencana Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk menaikkan anggaran beasiswa daerah pada tahun 2026 harus mengalami penyesuaian. Dari semula ditargetkan sebesar Rp15 miliar, kini hanya bisa direalisasikan Rp10 miliar akibat pengurangan transfer dana dari pemerintah pusat.
Kebijakan ini berdampak langsung pada jumlah mahasiswa penerima manfaat, terutama dari kalangan kurang mampu yang sebelumnya menjadi prioritas program.
Plt. Karo Pemkesra Setda Prov. Sulbar, Murdanil, menegaskan bahwa meski terjadi pengurangan, fokus utama program tetap sama, yaitu membantu mahasiswa dari keluarga tidak mampu agar bisa melanjutkan pendidikan tinggi.
“Pengurangan anggaran ini murni karena faktor penyesuaian fiskal. Tapi prioritas kita tetap, memastikan mahasiswa kurang mampu tetap mendapat dukungan dari pemerintah daerah,” jelas Murdanil, Senin (6/10/2025).
Ia menambahkan, Pemprov Sulbar akan memperketat mekanisme penyaluran beasiswa agar bantuan benar-benar tepat sasaran. Selain itu, evaluasi terhadap skema bantuan pendidikan juga akan dilakukan agar program tetap berkelanjutan di tengah keterbatasan anggaran.
Dengan kebijakan ini, Pemprov Sulbar melalui Biro Pemkesra berharap mahasiswa penerima manfaat tetap bisa melanjutkan kuliah tanpa terbebani biaya, sekaligus menjaga komitmen daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Sulbar. (*)





