Mamuju, Mesakada.com – Polresta Mamuju mengerahkan 68 personel untuk mengantisipasi maraknya aksi balap liar di sejumlah titik rawan di Kota Mamuju. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas laporan masyarakat terkait aktivitas balap liar yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari dan dinilai sangat meresahkan.
Penjagaan dan patroli dilaksanakan selama 24 jam penuh, dengan fokus utama pada ruas jalan protokol, kawasan pusat kota, serta lokasi yang sering dijadikan arena balap liar. Selain patroli mobile, petugas juga melakukan penjagaan stasioner guna mempersempit ruang gerak para pelaku.
Kabag Ops Polresta Mamuju, Kompol Syamsurijal, menegaskan bahwa pengerahan puluhan personel tersebut merupakan langkah preventif untuk menekan aksi balap liar sebelum berkembang menjadi gangguan kamtibmas yang lebih luas.
“Kami mengerahkan 68 personel untuk berjaga dan berpatroli secara bergantian selama 24 jam. Ini sebagai upaya pencegahan agar tidak ada ruang bagi aksi balap liar di wilayah Kota Mamuju,” ujarnya.
Menurutnya, balap liar tidak hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga membahayakan keselamatan pelaku maupun pengguna jalan lainnya. Karena itu, kepolisian akan bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran yang ditemukan di lapangan.
Selain balap liar, patroli juga menyasar potensi gangguan keamanan lainnya. Namun penekanan utama tetap pada pencegahan balap liar yang dinilai paling dominan terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Polresta Mamuju mengimbau para remaja agar tidak terlibat dalam aktivitas tersebut serta meminta dukungan masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan indikasi balap liar di lingkungannya. Dengan langkah antisipatif ini, situasi keamanan di Kota Mamuju diharapkan tetap aman dan kondusif, khususnya selama bulan Ramadan. (*)





